Games

JamLegend
jamlegend200Game Guitar Hero bukan satu-satunya cara ‘mewujudkan mimpi’ sebagai musisi. Hanya berbekal account Facebook dan akses internet, pengalaman serupa bisa dilakukan lewat JamLegend.
JamLegend
Ya, JamLegend adalah game online yang cukup mirip dengan seri GuitarHero. Game ini mengandalkan mekanik sinkronisasi alias ‘menekan tombol pada saat yang tepat’, sama seperti Guitar Hero atau Dance-Dance Revolution.

Meski meminta penggunanya untuk terdaftar sebelum bisa bermain, JamLegend memberikan pilihan praktis untuk login dengan account Facebook. Artinya, siapapun yang sudah punya account Facebook bisa ikutan bermain game ini.

Jika memilih jalur ‘Facebook’, JamLegend akan meminta izin tambahan pada pengguna untuk mengirimkan email. Selain itu, JamLegend juga meminta izin untuk menulis di Wall penggunanya.

Gaya permainan game ini cukup sederhana. Pilih lagu yang akan dimainkan, lalu pilih tingkat kesulitan yang disukai. Pemain bisa memilih beraksi sendirian, melawan komputer atau melawan teman (pengguna lain).

Selain itu, terdapat dua pilihan mode tombol yang bisa digunakan. Pilihan tiga tombol adalah yang paling sederhana, pemain cukup hanya menekan tombol saat not yang sesuai ‘jatuh’ ke angka di layar.

Sedangkan pilihan yang lebih rumit adalah yang disertai ‘strumming’. Maksudnya, selain menekan angka yang diinginkan, pengguna juga harus menekan ‘Enter’ saat not ‘jatuh’. Ini ibaratnya menekan kunci pada leher gitar dan memetik senar gitar pada saat yang tepat.

Dahsyatnya lagi, lagu yang bisa dimainkan sebenarnya tak terbatas pada yang ada di situs JamLegend. Lagu koleksi pribadi pun bisa di-upload untuk dimainkan dalam game ini. Tentunya diharapkan lagu yang di-upload adalah lagu yang didapatkan secara legal.

Ingin memainkan JamLegend? Langsung saja ke situsnya di JamLegend.com

Aksi Harry Potter Dalam Game Tak Kalah Seru
hpBuat penggemar tokoh Harry Potter tampaknya bakal makin terpuaskan dengan kehadiran game Harry Potter and the Half-Blood Prince. Game teranyar dari seri Harry Potter ini tak kalah seru dari versi filmnya.

Berangkat dari film yang diterbitkan oleh Warner Bros., Electronic Arts (EA) menyajikan sensasi Harry Potter ke dalam dunia game. Hasilnya, game bertajuk ‘Harry Potter and The Half-Blood Prince’.

Untuk memberikan pengalaman yang serupa dengan versi filmnya, EA membuat ‘imitasi’ dari masing-masing karakter yang ada. Mulai dari Harry Potter, Ron Weasley, Hermione Granger hingga beberapa karakter lain. Tak kurang, EA pun menggaet beberapa tokoh dalam film Harry Potter untuk mengisi suara karakter mereka dalam game.

Sistem Permainan yang Beragam

Di awal permainan, para gamer akan disuguhkan beberapa pilihan bahasa yang dapat digunakan dalam game. Selanjutnya petualangan pun dimulai ketika pemain melewati beberapa tutorial mengenai sistem permainan.

Dalam game pun aksi Harry tidak kalah serunya jika dibandingkan dengan versi film. Secara garis besar game ini memiliki beberapa sistem permainan yang cukup menyenangkan, seperti:

* Meramu Obat, pemain akan menjalani serangkaian misi yang membutuhkan keahlian untuk meramu obat-obatan. Cara meramunya pun cukup mudah, gamer hanya perlu menyatukan semua bahan ke dalam kuali lalu mengaduk-aduknya hingga berubah menjadi warna tertentu, dan semua itu disajikan dalam menu yang interaktif.
* Pertandingan quidditch, sama seperti dalam film. Pertandingan quidditch dalam game Harry Potter and the Half-Blood Prince menampilan aksi para penyihir cilik dengan ‘sapu ajaibnya’.
* Duel antar penyihir pun cukup menyenangkan, gerakan mouse disertai dengan kombinasi penekanan yang tepat akan menghasilkan sebuah sihir yang cukup kuat untuk membuat lawan terpental.

Minim Kualitas

Sayangnya, sistem permainan yang terbilang cukup menyenangkan tersebut tidak diimbangi dengan kualitas grafis maupun suara yang mumpuni. Penampilan karakter dalam game ini terlihat sangat ‘kasar’ dan kaku. Begitupun perihal suara, yang dapat dikatakan hanya menggunakan suara ‘seadanya’.

Ketika detikINET mencicipi game ini, terlihat bahwa opsi yang diberikan untuk grafisnya juga sangat minim. Pemain hanya diberikan pilihan untuk meningkatkan kualitas dan resolusi yang hanya sampai di 1440 x 900 pixel.

Mengingat rendahnya sistim yang dibutuh untuk memainkan game ini, agaknya memang kulitas grafis tidaklah menjadi faktor unggulan game ini. Lihat saja, dalam manualnya disebutkan pemain hanya membutuhkan sistem sekelas Pentium 4 1,8GHz, Memory 256MB dan kartu grafis dengan memory 64MB. Sistem yang sangat minim memang jika dibandingkan dengan game yang dirilis pada tahun 2009.

Walaupun demikian game Harry Potter and the Half-Blood Prince patut dicicipi untuk sekedar mengisi waktu luang. Bagi penggemar Harry Potter? Jelas ini game yang tak boleh dilewatkan.

Kelebihan:
+ Sistim Permainan yang Interaktif
+ Tokoh dan Lokasi yang sama dengan Filmnya
+ Tidak Membutuhkan Sistem yang Tinggi

Kekurangan:
- Grafis dan Suara yang Minim
- Terlalu Mudah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.